YAnkTON, SELASA - Kubu Hillary Clinton mengirimkan isyarat akan mengibarkan bendera putih, tetapi setelah menyelesaikan dua primary terakhir di Montana dan South Dakota.
“Saya juga akan sampaikan bahwa ini mungkin akan menjadi yang terakhir saya terlibat dalam kampanye seperti ini,” kata Bill Clinton, suami Hillary saat berkampanye di Milbank, South Dakota, Senin (2/6) atau Selasa (3/6) waktu Indonesia.
Hillary juga menunjukkan tanda-tanda bakal menghentikan kampanye dengan menggelar kampanye terakhir di New York. Di situ ia mengundang seluruh penyumbang dana dan para staf lapangan yang diterbangkan ke New York. Ia tidak punya jadwal lain pada Selasa.
Salah satu staf Hillary mengatakan, mantan ibu negara itu akan menghabiskan waktu untuk menelepon satu per satu delegasi super yang belum bersikap. Ini upaya terakhir untuk mengalahkan Barack Obama, meski langkah itu tampak mustahil. Seorang staf lain mengatakan, Hillary tidak punya rencana mundur Selasa malam.
Namun sejumlah pekerja kampanye di lapangan mengatakan bahwa mereka telah diberitahu agar menghentikan kegiatan dan menunggu instruksi selanjutnya. Banyak di antara mereka yang mulai mengirim lamaran, pulang kampung dan mencari juragan baru.
Para delegasi super pendukung Hillary menggelar pertemuan dengan penasihat senior Hillary, Harold Ickes, Senin malam. Dalam pertemuan rutin itu, kata seorang peserta pertemuan, ada ucapan selamat dan perpisahan.
Ickes juga bicara pada sejumlah anggota tim bendaraha Hillary. Di situ Ickes mengatakan Hillary hampir pasti tidak akan naik banding meski komite Demokrat memberinya sedikit delegasi dari Michigan dari yang diperkirakan. Padahal Sabtu (31/6), Hillary mengatakan ia akan naik banding atas keputusan itu. Kalau langkah banding itu dijalankan, maka pertarungan itu akan semakin panjang dan merugikan partai.
“Saya senang melihat dia masih berdiri tegar, meski saya tahu dia tidak selalu bisa bicara soal itu dalam kampanye ini,” kata Chelsea Clinton, putri pasangan itu yang menemani ayahnya saat berkampanye di beberapa kota di South Dakota.
Para pembantu Hillary memprediksi, mantan ibu negara itu akan kalah di Montana dan South Dakota. Namun ia tetap akan mempertimbangkan semua pilihan sampai Obama mengamankan jumlah minimal delegasi untuk mendapatkan nominasi partai. Saat itulah Hillary harus mengakui kekalahan.
“Jika seorang kandidat tidak dapat mengumpulkan jumlah kandidat untuk meraih nominasi, tidak tersedia alasan yang cukup baginya untuk bertahan dengan harapan para delegasi super itu akan berubah pikiran dan berbalik mendukungnya,” kata Hasan Nemazee, ketua tim bendahara Hillary.
Sumber dari kompas.com





Lama banget beritanya….